Beberapa Perkara Yang Dibolehkan Bagi Orang-Orang Yang Berpuasa

Sunday, August 7, 2011 ·

1. Memasuki waktu subuh dalam keadaan junub.

Diantara perbuatan Nabi adalah masuk fajar dalam keadaan junub karena jima’ dengan isterinya, beliau mandi setelah fajar kemudian shalat. Dari Aisyah dan Ummu Salamah -Radhiyallahu ‘anhuma- : “Sesungguhnya Nabi memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan isterinya, kemudian ia mandi dan berpuasa”. [HR. Bukhari 4/123, Muslim 1109].

2. Bersiwak/Menggosok gigi.

Rasulullah bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali wudlu”. [HR. Bukhari 2/311, Muslim 252].

3. Berkumur dan Istinsyaq (memasukkan air ke hidung).

Karena beliau berkumur dan ber-istinsyaq (memasukkan air ke hidung) dalam keadan puasa, tetapi melarang orang yang berpuasa berlebihan ketika ber-istinsyaq.

Rasulullah bersabda : “… Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq kecuali dalam keadaan puasa”. (HR. Tirmidzi 3/146).

4. Bercengkrama dan mencium isteri.

Aisyah -Radhiyallahu ‘anha- berkata:
“Adalah Rasulullah pernah mencium dalam keadaan berpuasa dan bercengkrama dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling bisa menahan diri” [HR. Bukhari 4/131, Muslim 1106].

Namun hal ini dimakruhkan bagi pasangan suami istri yang berusia muda dan tidak mengapa bagi pasangan suami istri yang telah tua. Sebagaimana hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu Anhu, dia bercerita : “Kami pernah bersama Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam, tiba-tiba ada seorang pemuda mendatangi beliau seraya berucap : ‘Wahai Rasulullah ! , bolehkan aku mencium (istriku) sedang aku dalam keadaan berpuasa? Beliau (Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam) menjawab : Tidak .!’ Kemudian ada orang tua seraya bertanya : ‘Apakah aku boleh mencium (istriku) sedang aku dalam keadaan berpuasa ?’ Beliau menjawab : ‘Boleh.!!’(selanjutnya) ‘Abdullah bercerita, “lalu sebagian kami saling berpandangan". Kemudian Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang sudah tua itu bisa menahan nafsunya.” Hadits ini diriwayatkanoleh imam Ahmad melalui jalan Ibnu Luhai’ah dari Yazid bin Abi Habib, dari Qaishar at-Tujaibi darinya. Dan ketahuilah, berdasarkan keterangan yang ada,Sanad hadits ini adalah Dhoif, dikarenakan kedhoifan Ibnu Luhai’ah. Tetapi hadits ini mempunyai syahid atau penguat, yang diriwayatkan oleh at-Thabrani sehingga hadits ini menjadi Hasan. Demikian penjelasan yang kami kuitip darishifatu Shaumin Nabi fii Ramadhaan karya Syaikh Abu Usamah salim bin ‘Ied al Hilalai dan Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali Abdul hamid al-halabi.

(Bersambung...) 


USTAZ AHMAD FIRDAUS ISMAIL
Pegawai Hal Ehwal Islam
UiTM Terengganu

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Message

Komen Terkini

    Recent Comments Widget by Jom Bina Belog

Logo

Logo
    Ya Allah tambahkanlah bagi kami rezeki yang banyak lagi halal, imam yang benar, ilmu yang bermanfaat, kesihatan yang elok, kecerdikan yang tinggi, hati yang bersih dan kejayaan yang besar dunia dan akhirat. Ya Allah terima kasih atas kehidupan kami, nafas kami, rezeki kami & segala2nya yang kau limpahkan kepada kami, kami mohon seandainya kami tak memiliki cukup waktu untuk membahagiakan orang tua kami, adik-beradik kami, jiran2 kami, sahabat2 kami dan orang2 yang kami sayang, satu pinta kami bahagiakan mereka dengan kasih sayangMu, berikan juga kami kekuatan untuk menghadapi hari2 kami. Ya Allah menangkanlah perjuangan saudara-saudara kami di Libya, Syria, Yaman, Mesir, Tunisia, Afganistan, Iraq, Palestine, Myanmar dan di seluruh dunia tumbangkanlah musuh-musuhMu yang telah menindas mereka. Aaminn... "Sesungguhnya, solatku, ibadahku, hidup dan matiku, aku serahkan hanya kepada Allah Ta'ala yang mentadbir seluruh alam. Sekali-kali tidak ada selain bagi-Nya; dan dengan demikian aku diperintahkan, dan aku adalah dari golongan orang-orang Islam" Demikianlah sebahagian dari ikrar kita terhadap Allah Ta'ala lima kali sehari. Justeru itu berhati-hatilah dengan ungkapan kata kita. Kerana sesungguhnya kufur terhadap Allah Ta'ala bilamana kita mengeluarkan kata-kata hidup dan mati kita adalah selain kepada Allah Ta'ala.
    Barangsiapa yang mengerjakan amal soleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S.An-Nahl (16) : 97).
    Sabda Rasulullah Sollallahhu'alaihiwasallam: “Barangsiapa yang berselawat ke atasku dengan sekali selawat nescaya Allah Ta'ala akan berselawat ke atasnya sepuluh kali”. (HR Muslim)... Sudahkah anda mencintai dia?Menyintai siapa??Dia ialah Rasulullah Sollallahhu'alaihiwasallam,Nabi junjungan kita.Seorang hamba dan kekasih Allah Ta'ala yang senantiasa mengangkat tinggi darjat kita sebagai ummatnya,yang senantiasa memuliakan diri kita sebagai ummatnya,yang senantiasa menangis,risau akan nasib diri ummatnya apabila beliau sudah tiada,akan tetapi,apa yang telah dan akan kita lakukan terhadap apa yang telah Baginda lakukan?sangat-sangatlah jauh terasa akan diri ini,tertinggal jauh untuk menyayangi dan mencintai diri Baginda yang Agung.Mengalir air mata ini, bahawa diri ini,sudah mula lupa untuk mencintai Dia.

Follow by Email

Advertisement

Kopi Mineral

Bio Aura

Visitors & Followers

Profile Siakappaka

My photo
Blog memancing, mengenali spesies-spesies ikan & utility fansite
widgets